ALFI Jabar Kritik Pembatasan Truk di Tol, Hambat Pengiriman Barang

Yulistyo
3 Bulan lalu
Share via

Pengusaha logistik keberatan dengan kebijakan Badan Pengelola Jalan Tol (BPTJ) untuk membatasi waktu operasional truk di jalan bebas hambatan. Bagi mereka, tindakan ini justru menghambat laju pengiriman barang dan bertentangan dengan kebijakan pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPW ALFI Jawa Barat, M Nuh. Dia memandang kontradiksi tersebut terjadi di saat pemerntah sedang gencar membangun infrastruktur demi mendorong perekonomian daerah.

"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah merupakan suatu kerja nyata yang ditujukan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional, dalam rangka meningkatkan daya saing usaha serta komoditi unggulan ekspor pada pasar global, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Nuh dalam siaran pers yang diterima Ayooberita.com, Rabu (10/7).

Sebagai bagian dari pemerintah, Nuh berharap BPTJ dapat memberikan dukungan, utamanya pengusaha yang bergerak di bidang pengiriman barang. Sayangnya, hal yang terjadi justru pembatasan terhadap pergerakan truk, terutama untuk jalur yang melintasi kawasan ibu kota dan Cikampek.

"Pada kenyataannya ada beberapa yang kurang sejalan terhadap tujuan mulia dari pemerintah, terutama yang dialami oleh pengusaha dan pengemudi angkutan barang serta pelaku jasa logistik," tambahnya.

Ini terbukti dengan terbitnya Surat Edaran Kepala BPTJ nomor SE 5 Tahun 2019 tertanggal 08 Juli 2019 tentang Penggunaan Gerbang Toll Koja Barat untuk Kendaraan Golongan III, IV dan V. Aturan ini diberikan kepada angkuran barang dari arah Cilincing, Marunda dan sekitarnya yang tidak melakukan aktivitas di pelabuhan atau terminal peti kemas Tanjung Priok agar menggunakan jalan tol yang melalui pintu masuk tol Koja Barat terhitung mulai tanggal 08 Juli 2019.

"Padahal ruas jalan tol dari pintu masuk Koja Barat ini terbilang cukup mahal bagi angkutan barang atau pelaku jasa logistik," keluhnya.

Tidak hanya itu, kondisi akses jalan dari dan menuju pelabuhan utama Tanjung Priok mengalami kemacetan selama berjam-jam, Ini terjadi akibat adanya penyempitan ruas jalan di sekitar pelabuhan, serta kemacetan di ruas jalan tol Jakarta–Cikampek.

Nuh juga mengeluhkan pembatasan jam truk barang untuk masuk jalan tol Jakarta-Cikampek antara pukul 06.00-10.00 WIB. Belum lagi pelarangan masuk truk pada hari libur panjang (termasuk hari raya).

"Kondisi kondisi tersebut diatas merupakan gambaran tidak sejalannya tujuan pembangunan infrastruktur yang dibangun pemerintah dalam rangka meningkatkan daya saing produk serta mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan volume ekspor melalui pelabuhan utama khsusunya Pelabuhan Tanjung Priok," tutupnya. (TYO)

Berita Lainnya

Berita terkini seputar aplikasi terkini dari Ayoonesia

Jadilah yang pertama mendapatkan informasi terbaru dari Ayoonesia